DALAM RUANG TERBATAS, AKU BERMAIN TANPA BATAS

Oleh: admin - November 30 -0001 0 Komentar

Sore itu panas matahari tidak begitu menyengat dan senja pun mulai menghiasi langit Kota Yogyakarta, menemani langkah kami dan Tim Evaluasi Kota Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengunjungi kampung-kampung yang mendeklarasikan diri Menuju Kampung Ramah Anak, ada satu hal yang menarik bagi kami dan tim evaluasi yaitu ketika berkunjung ke Kampung Ramah Anak RW 07 Kelurahan Suryatmajan (Geblakan Bawah) Kota Yogyakarta. Kami disuguhi anak-anak yang sedang asyik bermain layangan di “pinggir kali” tepi Sungai Code. Tidak ada raut wajah ketakutan atau kekhawatiran akan bahaya di sekitar yang mengancam diri mereka, mereka tampak nyaman dan menikmati “ngundha layangan” bermain layangan, padahal mereka sedang berada di zona rawan bencana. Melihat ekspresi bahagia anak-anak tersebut, pasti mereka nyaman dan senang bermain dengan ruangan yang mereka ciptakan sendiri, walaupun dari segi layak anak, ruangan tersebut kurang aman. Ada alasan yang menyebabkan kenapa mereka memilih bermain layangan di tepi sungai yaitu karena tempat terbuka bagi mereka dibatasi oleh gedung atau bangunan menjulang tinggi yang menyebabkan layangan mereka akan tersangkut, sehingga mereka memilih bermain layangan secara bebas di tepi sungai.

            Terbatasnya ruang terbuka atau ruang bermain anak di Kota Yogyakarta, membuat anak-anak di kota ini mampu menciptakan sendiri ruang bermain bagi mereka, walaupun ruang tersebut berada dalam zona rawan bencana sehingga anak-anak tersebut masuk dalam Perlindungan Khusus. Tidak hanya anak-anak di Gemblakan Bawah yang mampu menciptakan ruang bermain bagi mereka, anak-anak di Prawirodirjan pun juga mampu memblokade Jembatan Surokarsan yang menghubungkan Keparakan dan Prawirodirjan pada hari tertentu, sehingga kendaraan bermotor tidak bisa lewat karena jembatan tersebut mereka (anak-anak) gunakan untuk bermain bola.

            Menilik dari hal-hal tersebut, mungkin akan menjadi PR bagi Pemerintah dan Masyarakat Kota Yogyakarta untuk tetap menciptakan Ruang Terbuka atau Ruang Bermain Anak yang lebih aman, nyaman, dan ramah anak, serta layak anak.

Tetap semangat teman-teman penggiat perlindungan anak ataupun aktivis anak serta segala elemen pemerintahan dan masyarakat Kota Yogyakarta dalam menciptakan setiap sudut kota ini menjadi layak anak. Salam Anak Kota Yogyakarta… Istimewa!

 

Tambah Komentar

Komentar Pembaca 0


Mitra Kami